Jumat, 16 Desember 2011

VEGETASI RUMPUT DAN VEGETASI POHON


VEGETASI RUMPUT DAN VEGETASI POHON

Disusun untuk  memenuhi Tugas mata kuliah praktikum ekologi II
Dosen Pengampu : Ary Susatyo N. S.Si, M. Si



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2011

Analisis Vegetasi Rumput ( menggunakan metode Quadrat )
A.    Tujuan
Untuk menganalisis vegetasi rumput di Tinjomoyo dengan metode Quadrat
B.     Dasar Teori
Analisis vegetasi merupakan cara yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sebaran berbagai spesies dalam suatu area melaui pengamatan langsung. Selain itu analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut.
Analisis vegetatif yang dilakukan pada arel luas tertentu umumnya berbentuk segi empat, bujur sangkar, atau lingkaran serta titik-titik. Untuk tingkat semai serta tumbuhan bawah yang rapat digunakan petak contoh titik atau bentuk kuadrat untuk tumbuhan yang tidak rapat. Variasi ukuran petak contoh tergantung pada homogenitas vegetasi yang ada.
Kehadiran vegetasi pada suatu landscape akan memberikan dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas. Secara umum peranan vegetasi dalam suatu ekosistem terkait dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, pengaturan tata air tanah dan lain-lain. Meskipun secara umum kehadiran vegetasi pada suatu area memberikan dampak positif, tetapi pengaruhnya bervariasi tergantung pada struktur dan komposisi vegetasi yang tumbuh pada daerah itu. Sebagai contoh vegetasi secara umum akan mengurangi laju erosi tanah, tetapi besarnya tergantung struktur dan komposisi tumbuhan yang menyusun formasi vegetasi daerah tersebut.
Rerumputan mempunyai struktur sendiri yang memungkinkan bersaing di alam bebas dengan lain-lain tumbuhan (Rismunandar, 2007). Rerumputan tergolong dalam tumbuhan yang berkeping satu (monokotil), tidak membentuk akar pokok, namun membentuk akar serabut ayng tumbuh dari pangkal batang pohonnya.
Keluarga Gramminae kebanyakan membentuk rumpun yang terdiri atas beberapa cabang yang keluar dari pangkal batang pokok (anakan), membentuk semak-semak beberapa cm hingga lebih dari 15 m tingginya (Rusminandar, 2007). Ada beberapa jenis rumput, diantaranya alang-alang (Imperata sp), rumput lamuran (Polytrias amaura), lamuran menjangan (Andropogon caricosus), rumput belulang (Eleusine indica), jukut pait (Anastrophus compressus ), rumput (Paspalum dilatatum), rumput benggala (Panicum max), rumput Panicum muticum, rumput Panicum viride, rumput Setaria sphacelata, dan lain-lain.

C.     Alat dan Bahan
1.    Kompas untuk menentukan arah
2.    Meteran untuk mengukur luasnya
3.    Tali rafia
4.    Pasak  untuk memberi tanda
5.    Alat tulis

D.    Cara Kerja
1.    Membuat atau meletakkan kuadrat kuadrat pada vegetasi padang rumput dengan luas (20x20) m2.
2.    Mengamati dan menghitung semua jenis rumput yang ada didalam kuadrat
3.    Mencatat dalam tabel pengamatan
4.    Memperluas quadrat menjadi 20­­­­ cm2 x 40 cm2
5.    Mengamati jenis-jenis rumput baru (yang belum ditemukan atau belum ada pada kuadrat I )
6.    Kemudian mencatat hasilnya pada tabel pengamatan lagi
7.    Mengulangi langkah-langkah tersebut diatas terus menerus sampai tidak ditemukan jenis rumput yang baru
8.    Membuat grafik data yang sudah diperoleh
9.    Menentukan tempat dimana grafik mulai mendatar ( tidak harus tepat pada angka )
10.  Menark garis vertical melalui titik tersebut ( titik mulai mendatar ) hingga memotong sumbu x
11.   Mengamati pada skala berapakah garis vertical bertemu dengan perpotongan titik sumbu x dan disitulah luas quadran minimum

E.     Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatan vegetasi rumput
Luas  kuadrat
Jenis Rumput
∑ komulatif jenis rumput













F.      Pembahasan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
G.    Pertanyaan
1.      Apa sajakah jenis tanaman yang terdapat dalam vegetasi di tinjomoyo?
2.      Tanaman jenis apakah yang paling mendominasi dari vegetasi tersebut?
3.      Bagaimana cara mengetahui tanaman apa yang paling berperan atau berperan penting dalam vegetasi tersebut?

H.    Kesimpulan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..













Analisis Vegetasi Pohon ( menggunakan metode Point Center Quarter )
A.    Tujuan
Mengetahui vegetasi pohon di Tinjomoyo dengan metode Point Center Quarter

B.     Dasar teori
Pengamatan parameter vegetasi berdasarkan bentuk hidup pohon, perdu, serta herba. Suatu ekosistem alamiah maupun binaan selalu terdiri dari dua komponen utama yaitu komponen biotik dan abiotik. Vegetasi atau komunitas tumbuhan merupakan salah satu komponen biotik yang menempati habitat tertentu seperti hutan, padang ilalang, semak belukar dan lain-lain. Struktur dan komposisi vegetasi pada suatu wilayah dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi, sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami pada wilayah tersebut sesungguhnya merupakan pencerminan hasil interaksi berbagai faktor lingkungan dan dapat mengalami perubahan drastik karena pengaruh anthropogenik (Setiadi, 1984; Sundarapandian dan Swamy, 2000).
Dalam komunitas vegetasi, tumbuhan yang mempunyai hubungan di antara mereka, mungkin pohon, semak, rumput, lumut kerak dan Thallophyta, tumbuh-tumbuhan ini lebih kurang menempati strata atau lapisan dari atas ke bawah secara horizontal, ini disebut stratifikasi. Individu yang menempati lapisan yang berlainan menunjukkan perbedaan-perbedaan bentuk pertumbuhan, setiap lapisan komunitas kadang-kadang meliputi klas-klas morfologi individu yang berbeda seperti, strata yang paling tinggi merupakan kanopi pohon-pohon atau liana. Untuk tujuan ini, tumbuh-tumbuhan mempunyai klas morfologi yang berbeda yang terbentuk dalam “sinusie” misalnya pohon dalam sinusie pohon, epifit dalam sinusie epifit dan sebagainya
Dalam pengambilan sampel vegetasi, kita tidak hanya mempelajari spesies yang ada,namun juga kepentingan relatifnya dalam komunitas seperti diperlihatkan oleh penyebarannya atau frekuensinya, kelimpahannya, dan rimbunannya. Karena tidak mungkin untuk menghitung dan mengukur setiap tumbuhan atau hewan dalam suatu daerah yang luas, cara- cara pengambilan sampel mutakhir yang memberikan hasil-hasil yang berlaku, haruslah digunakan.
Ukuran, jumlah dan penyebaran sampel yang diambil dalam suatu daerah harus ditentuka terlebih dahulu untuh memastikan bahwa pengambilan sampel cukup mewakili, mencirikan daerah studi secara keseluruhan. Ukuran sampel atau jumlah dan ukuran sampel petak (kuadrat-kuadrat), atau ketiganya dapat bertambah. Tata kerja berikut akan berguna dalam penentuan ukuran dan jumlah kuadrat yang akan perlu bagi pengambilan sampel yang tepat (Michael, 1994).

C.     Alat dan Bahan
1.    Kompas
2.    Meteran
3.    Tali rafia
4.    Alat tulis
5.    Pasak

D.    Cara Kerja
1.      Menyebarkan titik-titik ( titik pusat ) secara acak atau sistematik pada wilayah/area vegetasi pohon yang akan dianalisis
2.      Membuat kuadran yang berpusat pada titik-titk pusat tersebut
3.      Menentukan satu pohon pada tiap-tiap kuadran yang paling dekat dengan titik pusat
4.      Mengambil data pohon tersebut, data yang diambil meliputi: jenis pohon; lingkar keliling/ lingkaran batang pohon; jarak pohon dari titik pusat
5.      Memasukkan data kedalam tabel dan menganalisis data sesuai dengan parameter yang digunakan
6.      Menghitung kerapatan relatif,frekuensi kehadiran dan dominansi relatifnya.
7.      Kemudian mencari indeks nilai penting
8.      Menulis tabel dengan hasil INP diurutkan dengan nilai tertinggi.

E.     Hasil Pengamatan
Tabel Pengamatan Vegetasi Pohon
Titik pusat
Kuadran
Jenis pohon
Lingkar batang (cm)
Jarak pohon dari titik pusat (m)
I
1



2



3



4



II
1



2



3



4



Dst





Table indeks penting (  INP )
No
SP
KR
FR
DR
INP



















F.      Pembahasan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
G.    Pertanyaan
1.      Apa sajakah jenis rumput yang terdapat dalam vegetasi rumputdi tinjomoyo?
2.      Rumput  jenis apakah yang paling mendominasi dari vegetasi rumput tersebut?
3.      Bagaimana cara mengetahui jenis rumput apa yang paling berperan atau berperan penting dalam vegetasi tersebut?

H.    Kesimpulan
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar