Sabtu, 17 Desember 2011

RUANG LINGKUP BIOLOGI

Ida Nurcholifah
Isnayati
Maya Oktaviana Devi
Fajar Prambudi
Bpk Warta
BIOLOGY
Sains dalam kehidupan



Kelas X SMA/MA
Semester Pertama
              

Kurikulum Berbasis Kompetensi
 
1A
CAHAHA DANAMAFA PUBLIZER


                                                               



Rounded Rectangle: KATA PENGANTAR

 Puji syukur kami Panjatkan kehadirat Allah SWT , yang telah memberikan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan buku ajar “Ruang lingkup Biologi untuk siswa kelas X pada semester pertama.tak lupa solawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita , sang revolusioner sejati nabi Agung Muhammad saw.
 Buku ini merupakan bahan ajar yang disusun berdasarkan dengan Standar kompetensi yang berlaku. Materi yang dipilih merupakan penelaahan dari beberapa sumber pustaka yang telah ada. Kami  mengemas buku ini dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Buku ini membawa anda untuk lebih jauh mengenal mengenai alam semesta ini. Membawa kita untuk berfikir kritis tentang sesuatu yang ada dilingkungan sekitar yang berkaita n dengan ilmu biologi. Belajar biologi akan membawa manusia untuk selalu mengembangkan tekhnologi untuk memenuhi kebutuhanya. Buku ini akan menambah wawasan anda mengenai biologi dan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari.
 Buku ini kami susun dengan sistematis dan semenarik mungkin dilengkapi dengan tokoh, tugas, dan latihan.
 Penulis menyadari bahwa pembuatan bahan ajar ini dalam tahap belajar dan masih banyak kekurangan. Semoga bahan ajar buku ini dapat bermanfaat Saran dan kritik yang membangun kami harapkan demi penyempurnaan karya ini
Semarang, 20 April 2011
Penulis
 

































STANDART KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Standar kompetensi           : Memahami hakikat biologi sebagai ilmu, menentukan                                                            obyek, dan ragam persoalan dari berbagai tingkat                                                                  organisasi kehidupan yang ada dilingkungan sekitar.

Kompetensi Dasar
Indikator
Mempelajari ruang lingkup Biologi, manfaat, dan bahayanya.


1.                  Mendiskripsikan karakteristik biologi sebagai ilmu.
2.                  Mendiskripsikan objek- objek dan persoalan biologi    pada tingkat molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem dan bioma.
3.                  Mengidentifikasikan cabang – cabang biologi menurut objek dan persoalan yang dikaji.
4.                  Menganalisis manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan.
5.                  Merumuskan tujuan, hipotesis, variabel instrumen, data, langkah- langkah kerja dan cara pengumpulan data.
















PENDAHULUAN


MENGAPA KITA PERLU MEMPELAJARI BIOLOGI?
Satu alasan yang menonjol di atas yang lain-lainnya yaitu untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri kita sendiri dan bumi yang kita huni. Dalam banyak hal kita hanyalah berbeda sedikit  dari hewan-hewan lain. Dalam beberapa hal kita berlainan benar sehingga kita menduduki posisi yang unik dalam dunia ini.walau masih meerupakan hal yang di perdebatkan apakah kita mempunyai sifat-sifat yang tidak tampak pada hewan-hewan lain sampai derajat tertentu, namun sangatlah nyata bahwa pada kita ada sifat-sifat mereka sampai derajat lebih jauh. Salah satu diantaranya adalah keingintahuan. Homo sapiens  adalah “orang yang mengetahui”. Keinginan untuk mengetahui merupakan tonggak kewujudan manusia. Jadi kita mempelajari biologi karena alasan yang sama mengapa kit amempelajari fisika, matematika, sejarah dan budaya : untuk  memperoleh pengetahuan mengenai segi yang lain tentang kehidupan kita dan bumi kita.
Harus pula kita ingat bahwa karier yang produktif lagi bemanfaat dapat dibangun berdasarkan/berlandaskan pengetahuan tentang  biologi. Laboratorium universitas memerlukan  laki-laki dan perempuan guna membuat penemuan-penemuan baru yang segara akan menjadikan buku ini kuno. Pria dan wanita juga diperlukan untuk menerapkan pengetahuannya mengenai biologi pada bidang-bidang praktis seperti misalnya kedokteran dan pene;litian pertanian. Pengajar biologi akan senantiasa diperlukan agar menyampaikan pengetahuan yang diperoleh generasi-generasi terdahulu kepada yang akan datang.
            Setiap warga negara akan mampu berperan serta lebih efektif dalam suatu demokrasi jika ia dapat berbicara lantang dan memberi suara secara lebih cerdas terhadap masalah-masalah yang melibatkan prinsip-prinsip biologi dan kesejahteraan manusia. Penggunaan makanan tambahan ( aditif ), obat, insectisida, penyinaran ( radiasi ), tekhnik perekayasaan ( ketekhnikan genetic ), dan cara-cara pengendalian populasi itu barulah merupakan beberapa diantara sekian banyak cara untuk dapat mengubah kehidupan kita melalui pengetahuan biologi. Apakah pengetahuan ini dimanfaatkan guna meningkatkan nilai kehidupan kita, ataukah cara-cara yang merenggut kehidupan kita dari nilai-nilainya itu dapat ditentukan oleh para warga Negara yang tahu masalahnya. Agar dapat membuat keputusan yang efektif, tidak saja diperlukam pemahaman yang jelas mengenai nilai-nilai yang patut dilindungi dan dikembangkan dalam kehidupan kita, tapi juga pengetahuan tentang azas-azas fisika dan biologi yang mendasari kehidupan kita. Pengetahuan tentang yang pertama tadi harus dari telaah yang mengenai sejarah, agama, falsafah, kasusasteraan dan budaya dengan perkataan lain, humaniora. Pengetahuan tentang yang kedua harus bermula dari telaah tentang sains. Modul ini adalah usaha dalam studi salah satu diantarannya : biologi, ilmu tentang kehidupan.









                                           
                   




















RUANG LINGKUP BIOLOGI

A.    BIOLOGI SEBAGAI ILMU

Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios ("hidup") dan logos ("ilmu"). Dahulu sampai tahun 1970-an digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan").
            Biologi atau ilmu hayat adalah suatu ilmu tentang kehidupan. Biologi membantu manusia mengenal dirinya sebagai organisme, mengenal lingkunganya dan hubungan antara organisme dengan lingkunganya. Tujuan pengajaran biologi antara lain adalah mengembangkan cara berfikir ilmiah melalui penelitian dan percobaan; mengembangkan pengetahuan praktis dari metode biologi untuk memecahkan masalah kehidupan individu dan sosial; merangsang studi lebih lanjut dibidang biologi dan bidang lain yang berhubungan dengan biologi; serta membangkitkan pengertian dan rasa sayang terhadap makhluk hidup.
B.     OBJEK BIOLOGI

               Objek biologi meliputi seliruh kehidupan yang ada dialam semesta ini.mahluk hidup tersebut ada yang tidak kasat mata hingga yang amat berukuran besar. Mulai  dari yang paling yang sederhana tingkat organisasinya hingga yang paling kompleks.
Ruang lingkup biologi dapat dilihat dari ragam objek, tingkat organisasi, serta tema persoalan yang merupakan kawasan kajian biologi. Ragam kehidupan yang menjadi objek semula dibagi dalam 3 kigdom atau kerajaan, yaitu Plante, Protista, dan Animalia. Semenjak akhir abad ke-19 ragam objek tersebut dibedakan menjadi 5 kingdom, monera, protista, fungi, plante, animalia.
               Monera, meliputi organisme bersel satu (uniselular) yang inti selnya belum terlindungi selaput inti. Protista, meliputi organisme bersel satu dan organisme bersel banyak tingkat rendah, yang tersusun atas sel-sel yang telah memilki inti yang tetrlindung oleh selaput inti. Fungi, meliputi organisme bersel banyak berbentuk benang dan sel- selnya tidak memiliki klorofil. Plantae, meliputi organisme bersel banyak yang sel- selnya terlindung oleh dinding sel. Hampir semua sel- sel anggotanya mempunyai klorofil. Animalia, meliputi organisme bersel banyak yang sel- selnya tidak mempunyai dinding sel dan tidak mempunyai klorofil.
   Semua objek tersebut dikaji pada tingkat organisasi kehidupan yang meliputi tuju tingkat yaitu mulai dari tingkat molekul, sel, jaringan dan organ, individu, populasi, komunitas , serta biosfer.
               Urutan tingkat Biologi dan orgnisasinya yang tampak menakjubkan tersebut disebut hirarki kehidupan. Sel adalah kesatuan kehidupan terkecil contohnya adalah sel- sel yang menyusun otot jantung. Pada tingkatan sel, biologi mengkaji molekul- molekul penyusun sel beserta fungsinya, organel didalam sel, serta cara kerja organel tersebut.
   Sel- sel yang serupa dan memiliki fungsi yang khusus membentuk jaringan dan cara kerja masing- masing jaringan dikaji dalam biologi pada tingkat jaringan. Contoh jaringan adalah jaringan otot pada manusia.
   Berbagai jaringan yang secara bersama melakukan fungsi tertentu yang disebut dengan organ. Contoh organ adalah jantung pada manusia. Organ – organ pada makhluk hidup dipelajari struktur, fungsi, dan cara kerjanya dalam biologi pada tingkat organ.
               Kumpulan Organ yang mempunyai fungsi yang berkaitan membentuk sistem organ. Salah satu satu sistem organ. Misalnya sistem transportasi yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Struktur dan cara kerja sistem transportasi adalah objek yang dipelajari dalam biologi pada tingkatan sistem organ.
               Berbagai sistem organ yang bekerja bersama- sama melakukan berbagai kehidupan membentuk individu. Pada tingkat Individu, biologi mempelajari ciri khas berbagai individu, biologi mempelajari ciri khas berbagai jenis individu tersebut untuk dapat melangsungkan kehidupanya. Kumpulan individu- individu dari organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu tempat tertentu membentuk populasi. Populasi- populasi dari berbagai jenis organisme yang berinteraksi pada suatu tempat tertentu akan membentuk komunitas.  Komunitas yang berinteraksi dengan komponen lingkunganya  yang tidak hidup ( abiotik ) seperti cahaya matahari, air, udara dan tanah disebut ekosistem. Keseluruhan ekosistem dibumi ini akan berinteraksi secara langsung atau tidak langsung membentuk biosfer.



C.    PERKEMBANGAN BIOLOGI
Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup. Biologi mempelajari makhluk hidup dan segala aspek yang menyertainya, mulai dari proses biokimia di dalam sel sampai pada tingkatan ekosistem, bahkan hingga ke perubahan iklim global. Pada awal perkembangannya, ahli biologi banyak mempelajari tingkatan organism. Tentu kita
masih ingat apa yang dilakukan oleh Antony Van Leuwenhoek dan Carolus Linneaus. Leuwenhoek banyak mempelajari organism mikroskopis setelah ia menemukan mikroskop. Sejak itu manusia menyadari bahwa di lingkungan terdapat berbagai macam organisme yang tak tampak oleh mata. CarolusLinnaeus mencetuskan system penamaan spesies dan penamaan berbagai macam tumbuhan. Pada masa
itu kajian tentang gen dan biokimia sel belum dilakukan.


Gb. Antony van Leuwenhoek                        Gb. Carolus Linneaus
            Selain mengkaji tingkatan organism, ahli biologi saat ini lebih banyak menfokuskan penelitiannya pada tingkatan molekul, misalnya proses biokimia di dalam sel, bagaimana otak manusia bekerja, komposisi gen, dan kerja system organ. Kajian para ahli pada gen dimulai sejak ditemukannya struktur DNA dan RNA oleh James Watson dan Francis Crick. Gen dan urutan DNA manusia merupakan topic
kajian dalam biologi yang menarik karena memungkinkan para ahli dapa memecahkan misteri perilaku manusia dan penyakit menurun.
          Peneliti biologi saat ini juga sedang mencari sumber makanan baru, baik untuk menemukan jenis organism baru maupun cara menstimulasi suatu tumbuhan dan hewan agar berkembang lebih cepat sehinga menghasilkan sumber makanan dalam waktu yang singkat. Apakah ahli biologi dapat menjawab semua tantangan tersebut saat ini? Tentu tidak. Ini berarti bahwa kita dapat belajar menjadi peneliti untuk menjawab permasalahan biologi yang selalu berkembang. Selain pengembangan biologi, terdapat pula pengembangan penerapan biologi yang dikenal sebagai biologi terapan. Tujuan penerapan ilmu adalah agar ilmu itu dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. bidang yang tergolong biologi terapan misalnya kesehatan, pertanian, perikanan, kedokteran, bioteknologi, dan farmasi. Biologi merupakan bidang ilmu yang luas dan bagian dari ilmu pengetahuan alam. Biologi mencakup berbagai cabang bidang ilmu, cabang-cabang ilmu biologi berkembang pesat terutama sejak abad ke-20.
Cabang biologi dapat dipilih berdasarkan criteria tertentu. Kriteria pemilihan cabang biologi antara lain berdasarkan tingkat organisasi kehidupan atau kaitannya dengan ilmu lain ( sebagai ilmu campuran dan terapan ).
Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, biologi mencakup berbagai bidang ilmu yang mengkaji tentang kehidupan dari tingkat molekul sampai tingkat bioma. Berikut ini diuraikan sebagian dari cabang-cabang biologi berdasarkan criteria tersebut :
·      Biologi malekuler, biokomia dan genetika mengkaji kehidupan pada tingkat molekul.
·      Sitologi mengkaji kehidupan pada tingkat sel.
·      Histologi mengkaji pada tingkat jaringan.
·      Anatomi dan Fisiologi mengkaji kehidupan pada tingkat organ dan system organ. Contoh cabang biologi terapan ( kedokteran )  yang mempelajari organ atau system organ tertentu pada manusia adalah :
Ø  Pulmonologi mengkaji paru- paru manusia.
Ø  Kardiologi mengkaji jantung manusia.
Ø  Endokrinologi mengkaji system endokrin manusia.
Ø  Neurologi mmengkaji system syaraf manusia

                                                                                   
epitel+transisional
                        Gb. Sel                        Gb. Jaringan                Gb.organ

·      Biologi perkembangan mengkaji kehidupan pada tingkat individu.
·      Biologi populasi, Biogeografidan genetika populasi mengkaji kehidupan pada tingkat populasi.
·      Ekologi, ilmu lingkungan, taksiologi, biologi kelautan, dan limnology  mengkaji kehidupan pada tingkat ekosistem.
·      Biologi tropis mengkaji kehidupan pada tingkat bioma, yaitu bioma tropis.
Cabang – cabang biologi yang mempelajari kehidupan pada suatu kelompok organisme diantaranya diuraikan berikut ini.
·      Taksonomi mengkaji tentang pengelompokan organism berdasarkan persamaan dan perbadaan.
·      Virologi mengkaji virus.
·      Mikrobiologi mengkaji mikroorganisme, termasuk bakteriologi yang mengkaji bakteri.
·      Mikologi mengkaji jamur, ragi dan kapang.
·      Botani mengkaji tumbuhan, termasuk :
Ø  Pteridologi mengkaji kelompok tumbuhan paku.
Ø  Bryologi mengkaji tumbuhan lumut.





Gb. bakteri
·      Zoologi mengkaji hewan, termasuk :
Ø  Entomologi mengkaji seranggga.
Ø  Iktiologi mengkaji ikan.
Ø  Herpetologi mengkaji biologi reptilian dan amfibi.
Ø  Ornitologi mengkaji unggas.
Ø  Mamologi mengkaji
Cabang- cabang biologi berdasarkan aspek kehidupan antara lain sebagai berikut.
·      Biologi perkembangan mengkaji perkembangan embrio.
·      Embriologi mengkji perkembangan embrio.
·      Fisiologi mengkaji fungsi- fungsi yang terjadi pada kehidupan organism.
Cabang- cabang biologi yang merupakan kelompok ilmu campuran dan terapan antara lain sebagai berikut.
·      Biokimia mengkaji proses- proses kimia dalam system kehidupan.
·      Biofisika mengkaji proses- proses fisika dalam system kehidupan.
·      Bioteknologi mengkaji teknologi yang memanfaatkan teknologi memanfaatkan organism.
·      Paleontologi mengkaji perkembangan sejarah kehidupan berdasarkan catatan fosil.

D.    PERANAN BIOLOGI

1.    Bidang Kedokteran Bagi Kehidupan manusia.
            Apa bila kita bandingkan pandangan orang pada zaman dahulu dengan  sekarang mengenai penyakit, ternyata cukup berbeda. Orang beranggapan penyakit lepra misalnya, merupakan penyakit kutukan tuhan. Mereka juga mengaggap bahwa penyakit malaria disebabkan oleh udara buruk (mala=buruk; aria=kuda).
            Kedua contoh tesebut memberikan gambaran pada kita, bahwa karena belum berkembang ilmu pengetahuan, orang dahulu memandang penyakit secara kurang tepat sehingga penanggulangannya pun kurang tepat. Misalnya, untuk mencari penyembuhan terhadap suatu penyakit, banyak diantara mereka pergi kedukun, ahli sihir, pendeta, ulama, dan melakuakan berbagai upaya lainnya yang umumnya untuk beberapa penyakit tertentu membuahkan hasil yang memuaskan.
lalu bagaimana orang moderan memandang suatu penyakit?
            Dewasa ini kita saksikan, bahwa orang terus menerus mencoba mencari dan menyelidiki sebab- sebab timbulnya suatu penyakit. Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, khususunya dibidang teknologi kedokteran, akhirnya orang tahu dengan tepat bahwa penyakit lepra disebabkan oleh kuman bukan kutukan tuhan. Begitu pula penyakit mamalia, bukan disebabkan oleh udara buruk tetapi disebabkan oleh kuaman yang meninfeksi tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles. Setelah diketahui bahwa penyakit malaria penyebabnya adalah kuman yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles, maka upaya yang dilakukan manusia adalah bagaimana memberantas nyamuk anopheles, dan mengusahakan penyembuhan penyakit tersebut. Kini orang sudah tahu bahwa obat penyakit malaria adalah kina.
            Dari uraian diatas, jelas bahwa kemajuan yang dicapai dalam bidang kedokteran atau kesehatan tersebut tidak lepas dari kemajuan ilmi-ilmu lain yang mendukungnya khususnya biologi. Dengan menguasai caban- cabang biologi sepertia anatomi, fisiologi, histoligi, mikrobiologi, zooligi dan lain sebagainya, pada dokter sudah dapat mengusahakan penyembuhan yang tepat bagi suatu penyakit. Bahkan begitu pesatnya kemajuan yang dicapai dalam bidang kedokteran, sampai-samapai penyakit yang paling rumit pun suadah dapat ditanggulangi, misalnya tumor, kanker, penyakit jantung, penyakit saraf ginjal dan sebagainya. Kemajuan biologi khususnya dibidang kedokteran, pada gilirannya dapat memperpanjang usia dan menurunakan tingkat kematian.

2.    Bidang Pertanian
                        Biologi sebagai memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan bidang pertanian. Penemuan bibit unggul melalui seleksi, persilangan dan pembastaran, mutasi radiasi pada tanaman, serta kultur jaringan mampu menghasilkan bibit unggul yang dapat meningkatkan produksi pangan. Disamping itu pengggunaan pupuk buatan secara tepat, pengembangan dan penggunaan alat- alat canggih untuk mengolah lahan, penggunaan alat dan bahan untuk memberantas hama, dan lain sebagainya semakin meningkatkan produksi pangan secara signifikan dari tahun ketahun. Peningkatan produksi pangan tidak hanya secara kuantitasnya saja tetapi juga secara kwalitas, yaitu penampilan makin menarik, kandungan nilai gizi makin tinggi serta tahan lama.
                        Kemajuan dalam bidang pertanian tersebut tidak lepas dari sumbangan biologi, khususnya dalam taksonomi, fisiologi, genetika,anatomi, dan lain sebagainya.

3.    Bidang Peternakan dan perikanaan.
Peningkatan produksi dan konsumsi protein hewani oleh masyarakat terus menungkat. Ini semua berkat keberhasilan usaha dibidang peternakan dan perikanan. Pengembangan peternakan dan perikanan tidak lepas dari peranan biologi, khususnya dalam cabang taksonomi, zoologi, anatomi, embriologi, fisiologi, genetika, ekologi dan lain-lain.
            Melalui seleksi buatan dan persilangan, telah dihasilkan berbagi jenis hewan varietas unggul. Misalnya sapi Friest Holland. Di Indonesia juga banyak hewan hewan varietas unggul hasil seleksi buatan dan persilangan yang banyak dijumpai disekitar tempat tinggal kita.
            Gb. Sapi Friest Holland
            Sifat unggul pada hewan bermacam-macam. Ada hewan unggul dalam menghasilkan susu, ada yang menghasilakan telur dan ada yang menghasilkan daging. Disamping itu, ada pula hewan unggul dalam hal keindahan rambut, bulu atau suara, unggul dalam perilaku bentuk tubuh dan lain-lain.

4.    Bidang Industri
            Telah banyak temuan manusia yang sangat besar perananya tehadap perindustrian, yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan manusia. Sebagai contoh dalam industri sandang, telah diperoleh dan dikembangkan berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang amapu menghasilkan serat, misalnya kapas, sutra, bulu unggas, rosella, dan berbagai jenis tumbuhan lainya.
            Untuk mengembangkan industri sandang dari bahan bagian- bagian tubuh hewan atau tumbuhan, para ilmuan harus memahami dan mengembangkan cabang biologi antara lain anatomi, botani, Fisiologi, Genetika, Bakteriologi, Mikrobiologi, dan biokimia. Disamping itu dengan mengembangkan ilmu tersebut para ilmuan mengembangkan industri pupuk buatan, industri pangan , bahan bangunan, kerajinan dan lain- lain. Bahkan dengan mengembangkan mikrobiologi sekarang industri biogas, Industri makanan, dan minuman telah berkembang pesat. Berkat jasa mikroorganisme, telah dihasilkan makanan dan minuman yang bernilai gizi lebih tinggin dari pada sebelum diolah dengan mikroba.
5.    Bidang farmasi
            Para Ahli yang sangat berjasa dibidang farmasi, mereka berhasil menemukan berbagai obat, antibiotik, dan vaksin. Berkat penemuan mereka, banyak ilmuan yang terus melakukan penelitian terhadap berbagai jenis organisme ( hewan, Tumbuhan, jamur, maupun alga. Untuk menemukan berbagai obat- obatan. Hasilnya, sekarang telah banyak kita rasakan. Berbagai jenis obat- obatan alami sekarang telah berhasil ditemukan.

METODE ILMIAH

                   Tujuan utama dari tiap ilmu ialah membuat fenomena alam yang tampaknya           kompleks menjadi suatu pengertian dan hubungan yang sederhana dan mendasar, dan menemukan semua fakta dan kaitan- kaitanya. Inti dari metode ilmiah adalah mengajukan pertanyaaan dan mencari jawabanya. Tetapi pertanyaan itu harus bersifat ilmiah yang timbul dari hasil pengamatan dan percobaan, dan jawabanya yang bersifat ilmiah yang dapat diuji dengan percobaan dan pengamatan lebih lanjut. Ahli fisika dari Denmark Niels Bohr, menyatakan sebagai berikut “ Tugas dari ilmu pengetahuan ialah meluaskan cakrawala pengalaman kita dan menyusunya kedalam suatu aturan.”
   Tetapi tidak ada suatu metode ilmiah tunggal, tidak ada runtutan kejadian teratur yang sempurna yang akan menghasilkan suatu kebenaran ilmiah. Masing- masing ilmuan bekerja dengan cara mereka masing- masing. Sumber utama dari fakta ilmiah adalah pengamatan dan percobaan yang cermat, yang bebas dari prasangka dan dilaksanakan secara sekuantitatif mungkin. Kemudian pengamatan dan percobaan itu dianalisis atau disederhanakan dalam bagian – bagian yang baku sehingga fenomena yang diamati itu dapat disusun secara teratur. Bagian baku itu kemudian disusun kembali dan keterkaitanya satu dengan lainya dijelaskan. Berdasarkan Pengamatan- pengamatan tersebut seorang ilmuan merumuskan kerangka acuan berfikir yaitu :
Kerangka Acuan Penelitian
                        Kerangka acuan penelitian berisi tentang pokok-pokok pikiran rasional yang mendasari dilakukannya suatu penelitian. Siswa perlu menyiapkan kerangka acuan agar dapat dikomunikasikan kepada guru atau ahli lain dengan maksud meminta pendapat, saran, atau untuk mendapatkan bantuan dana.
                        Kerangka acuan bagi siswa berfungsi untuk sarana konsultasi dengan guru atau peneliti yang lebih senior. Kerangka acuan terdiri dari:
1.       Judul Penelitian
            Judul penelitian berfungsi sebagai nama sekaligus identitas penelitian yang dicantumkan dalam berbagai dokumen. Judul penelitian ringkas dan spesifik, cukup jelas untuk memberi gambaran mengenai masalah yang diteliti
Contoh:
“ pengaruh pemberian pakan (pellet) trhadap pertumbuhan lele dumbo  umur 10 samapi 40 hari”
            Siswa diminta untuk mendiskusikan, apakah judul tersebut singkat, tetapi spesifik dan telah memberikan gambaran penelitian yang akan dilakukan. Kunci membuat judul yang baik adalah sebagai berikut:
a.    Judul cukup singkat dan spesifik. Artinya tidak terlalu panjang. Cukup spesifik artinya mencantumkan spesifikasi variabel pokok, misalnya jumlah pakan berbagai variabel bebas (variabel manipulasi ), pertumbuhan sebagai variael respon, dan lele dumbo sebagai variabel kontrol.
b.    Judul cukup memberi gambaran bagaimana penelitian akan dilakukan. Artinya kita sudah dapat membayangkan bahwa penelitian akan dilakukan dengan metode eksperimen, yaitu memberikan pakan pada lele dumbo berumur 10 sampai 40 hari dan mengobservasi (mengamati) pertumbuhannya.
2.       Latar Belakang
                        Latar belakang suatu penelitian menunjukkan konteks masalah yang akan               diteliti serta kepentingan penelitian tersebut.
                        Penelitian pengaruh pakan terhadap pertumbuhan lele dumbo memiliki latar belakang antara lain:
a.    Pentingnya produksi lele dumbo dikaitkan dengan kebutuhan bahan pangan. Slah satu cara meningkatkan produksilele dumbo adalah dengan meningkatkan pertumbuhanya.
b.    Pertumbuhan lele dumbo pada umur tertentu sangat berpengaruh terhadap produksi lele dumbo.
c.    Belum ada penelitian tentang pengaruh pakan terhadap pertumbuhan lele dumbo pada umur tertentu.

3.      Rumusan Masalah
                        Bagi siswa atau peneliti pemula, merumuskan masalah penelitian merupakan langkah paling sulit. Penelitian eksperinen perlu memiliki rumusan masalah, sedangkan penelitian pengamatan harus memiliki pertanyaan penelitian. Berikut adalah panduan yang dapat digunakan:
Rumusan masalah untuk penelitian ekperimen :
a.    Rumusan masalah harus mempertanyakan hubungan antara 2 variabel atau lebih.
b.    Rumusan masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda, umumnya dalam bentuk pertanyaan.
c.    Rumusan masalah itu harus dijawab dengan pengamatan, yaitu rumusan masalah tersebut memungkinkan untuk mengumpulkan data yang menjawab masalah tersebut.
Pertanyaan penelitian untuk penelitian pengamatan :
·         Pertanyaan penelitian harus mempertanyaakan karakteristik variabel gejala atau objek yang diamati.
·         Pernyataan penelitian harus dinyatakan secara jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Pernyataan penelitian harus dapat dijawab secara empiris atau dengan pengamatan, yaitu pertanyaan penelitian itu memungkinkan untuk mengumpulkan data yang menjawab pertanyaan tersebut.
Misalnya rumusan masalah berbunyi :
·           Adakah pengaruh jumlah pakan ( Pellet ) terhadap pertumbuhan lele dumbo berumur 10 samapi 40 hari.
·           Sedangakan contoh pertanyaan penelitian adalah: apakah tempat pembunangan akhir  (TPA) sampah didaerah A sesuai dengan kualitas yang sehat, ditinjau dengan kualitas air sumur penduduk disektarnya.

4.      Tujuan Penelitian
                        Penelitian pengamatan dapat bertujuan untuk menguraikan atau mendiskripsikan suatu gejala atau objek. Tujuan penelitian eksperimen menerangakan suatu gejala atau menguji suatu hipotesis.
Contoh penelitian eksperimen:
                        Untuk mengetahui pengaruh pakan (pellet) terhadap pertumbuhan lele dumbo berumur 10 samapi 40 hari.
Contoh untuk penelitian pengamatan:
Untuk mengetahuai kualitas sumur penduduk sekitar akibat pengaruh tempat pembuangan sampah didaerah A.

5.      Manfaat Hasil Belajar
                        Manfaat penelitian dapat dilihat dari dua aspek, yaitu sumbangan dari pengembangan ilmu (aspek teoritis) dan manfaat bagi penerapannya dimasyarakat (aspek praktis).
   Manfaat penelitian eksperimen misalnya:
a.    Sebagai masukan bagi peternak dan pembuat keputusan dalam meningkatkan produksi lele dumbo.
b.    Sebagai masukan dalam pengembangan teknologi peternakan.
Manfaat penelitian pengamatan, misalnya:
Sebagai masukan bagi penduduk sekitar  TPA sampah didaerah A dan pihak pemerintah untuk tetap menjaga kualitas air sumur.
                        Siswa perlu berlatih menyusun kerangka acuan atau proposal penelitian sebagai latihan menuangkan ide penelitian sebagai latihan menuangkan ide penelitian secara konseptual. Dengan menggunakan kerangka acuan, siswa akan berlatih untuk:
a.       Merumuskan judul penelitian
b.      Menyusun latar belakang dilakukannya penelitian
c.       Merumuskan masalah penelitian
d.      Merumuskan tujuan penelitian
e.       Merumuskan manfaat penelitian
f.       Menjelasakan metode penelitian yang akan digunakan
g.      Menyusun jadwal kerja penelitian
              
Proposal penelitian
               Proposal penelitian merupakan pengembangan dari kerangka acuan dan disusun berdasarkan kerangka acuan dan asaran-saran dari ahli lain. Proposal penelitian membuat anatara lain: identifikasi variabel, latar belakang maslah,dan manfaat penelitian. Proposal juga juga memuat tinjauan pustaka (tinjauan teoritis), hipotesis (untuk penelitian yang memiliki hipotesis ), dan metode penelitian. Berikut ini uraian tentang variabel penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, dan metode penelitian yang perlu dicantumkan dalam proposal penelitian.
a.      Identifikasi variabel penelitian
Identifikasi variabel penelitian selalu mengacu pada perumusan masalah. Artinya variabel yang berpengaruh pada masa tersebut.
   Contoh:
   Identifikasi variabel pada penelitian tentang pengaruh jumlah pakan (pellet) terhadap         pertumbuhan lele dumbo  berumur 10 sampai 40 hari.
   Variabel manipulasi:
   Jumlah pakan (pellet) yang diberikan
   Variabel respon:
   Kecepatan tumbuh lele dumbo
   Variabel kontrol:
   Varietas lele dumbo, air (air PAM atau sumur), jumlah air, intensitas cahaya, suhu udara dan kelembapan.
b.      Tinjauan Pustaka
            Bagian tinjauan pustaka sering kali dianggap sulit, karena iswa atau peneliti pemula belum terbiasa  berfikir deduktif, yaitu penelaah suatu masalah berdasarkan konsep teori yang relefan. Oleh karena itu dalam prosespembelajaran yang membahas tinjauan pustaka sebaiknya guru berperan aktif untuk memberikan contoh.
                        Tinjauan pustaka memuat teori dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan denagn masalah yang diteliti. Di dalam tinjauan pustaka, uraian diharapkan dapat menjelaskan, walaupun baru teoritik masalah yang diteliti serta hubungan antara variabel yang terkait. Sebagai contoh penelitian tentang pakan (pellet) terhadap pertumbuhan lele dumbo berumur 10-40 hari, tinjauan pustaka memuat:
·         Teori tentangpertumbuhanlele dumbo serta faktor-faktor yang mempengaruhi tentang pertumbuhan.
·         Teori tentang pakan (pellet) serta data kandungan unsur yang terdapat dalam (pellet) tersebut.
·         Hubungan unsur yang tergabung dalam pakan(pellet) terhadap pola pertumbuhan lele dumbo pada umur 10 sampai 40 hari.
c.       Hipotesis
                        Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan maslah yang diajukan. Hipotesis disusun berdasarkan teori yang diuraikan pada tinjauan pustaka, yang bersifat teoritis. Hipotisis itulah yang akan dibuktikan kebenarannya melalu data yang akan didapat.
                        Sebagai contoh, dari rumusan masalah “ adakah pengaruh pakan (pellet) terhadap pertumbuhan lele dumbo berumur 10 sampai 40 hari. Maka hipotesisnya berbunyi:
Terdapat penagaruh positif dari pakan (pellet) terhadap pertumbuhan lele dumbo berumur 10 sampai 40 hari.
                        Perlu diketahui tidak semua jenis penelitian memiliki hipotesis. Hipotesis pada umumnya terdapat pada penelitian eksperimen. Penelitian deskriptif dan kualitatif pada umumnya tidak memiliki hipotesis.    
d.      Metode Penelitian
                        Bagian metode penelitian menguraikan bagaiman cara melakukan penelitian tersebut. Mulai dari menentukan definisi populasi dan sampel, variabel, dan operasional variabel, prosedur pengumpulan data, dan analisis data.
*        Merumuskan definisi operasional variabel
Dalam membimbing kegiatan ini siswa perlu diingatkan bahwa definisi operasional variabel adalah penjelasan bagaimana variabel tersebut diukur.
Siswa diminta merumuskan definisi operasional variabel, baik variabel manipulasi maupun variabel respon untuk penelitian pengaruh pakan (pellet) terhadap pertumbuhan lele dumbo.
*        Merancang penelitian
            Membuat rancangan penelitian, yaitu hubungan bagaimana variabel manipulasi dan variabel respon akan diteliti.
*        Menentukan populasi dan sampel
Populasi ialah seluruh objek penelitian atau kelompok subjek dimana kesimpulan akan digeneralisasikan.
*        Menentukan alat dan bahan
Setelah sampel ditetapakan, dilanjutkan untuk menetapkan alat dan bahan.
*        Menyiapkan langkah-langkah penelitian
1      Merancang analisis data
Analisis data adalah cara mengolah data penelitian sehingga membuktikan berlaku tidaknya hipotesis yang diajukan.
2      Menyusun jadwal penelitian
Setelah rancangan analisis data, dilanjutkan dengan menyusun jadwal penelitian. Jadwal penelitian yang dibuat dengan memikirkan waktu yang diperlukan selama penelitian hingga penulisan laporan.
3      Mengumpulkan data (melaksanakan penelitian)
*        Mendeskripsikan data, menginterpretasikan data serta menguji hipotesis
*        Menyusun hasil pembahasan penelitian
Berisi tentang penemuan dalam penelitian yang ditunjang dengan data dan fakta ( berupa tabel,gambar ,grafik)
*        Menyusun kesimpulan dan saran
                              
          Rangkuman Materi
*                   Biologi atau ilmu hayat adalah suatu ilmu tentang kehidupan. Biologi membantu manusia mengenal dirinya sebagai organisme, mengenal lingkunganya dan hubungan antara organisme dengan lingkunganya.
*                   Objek biologi meliputi seuiruh kehidupan yang ada dialam semesta ini nulai dari molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, biosfer.
*                   Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, Biologi mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan ini ditandai dengan banyaknya cabang- cabang biologi.
*                   Manfaat biologi terhadap peningkatan kesejahteraan manusia sangat besar, antara lain mencakup bidang kedokteran, farmasi, Industri, pertanian, peternakan, dan pelestarian lingkungan.
*                   Metode ilmiah adalah proses pemecahan masalah dengan langkah-langkah sistematik dan objektif. Metode ilmiah terdiri dari empat pengerjaan yang saling berhubungan yaitu observasi, hipotesis, eksperimen dan kesimpulan.







Rounded Rectangle: Perkecambahan BIJI Kacang Hijau

BIO Riset Eksperimen

Tujuan
Mengamati proses perkecambahan pada biji kacang hijau
Alat dan Bahan.
1.      Cawan petri
2.      Kapas secukupnya
3.      Air
4.      Kacang hijau 30 biji.
Cara Kerja
                                                               1.            Letakkan lembaran kertas pada cawan petri tersebut.
                                                               2.            Tuangkan air pada tiga cawan petri tersebut.
                                                               3.            Taruh 10 biji kacang hijau diatas kapas pada masing- masing cawan petri tersebut kemudian beri label I untuk kontrol, II untuk cahaya, III untuk gelap.
                                                               4.            Letakkan cawan petri II ditempat dengan sinar matahari hanya datang dari satu arah, cawan petri III ditempat yang gelap tanpa adanya sinar matahari, sedang cawan petri I ditempat yang cukup cahaya dan kelembapanya.
                                                               5.            Selama 1 minggu, amati keadan biji kacang hijau pada tiga cawan petri.
                                                               6.            Amati proses perubahan yang terjadi dan bandingkan ketiga cawan!
                                                               7.            Tuliskan hasil pengamatan anda pada tabel dibawah ini!
Hari ke
Perubahan yang terjadi
Cawan petri I
Cawan Petri II
Cawan Petri III




Pertanyaan :
1.      Bagaimanakah proses perkecambah biji kacang hijau?
2.      Berdasarkan percobaan sebutkan variaber bebas dan variabel terkait!
3.      Apakah kesimpulan dari percobaan tersebut!
Referensi
-          Champbell. 2002. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
-          Sudjadi Bagod.2005.Biologi Sains buat Kehidupan SMA Kelas X. Jakarta : Yudistira
-          Prawirahartono.2007. Sains Biologi SMA/MA kelas X. Jakarta : Bumi Aksara





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar